Berita Bone – Sejumlah harga kebutuhan pokok di Pasar Sentral Lama, Kelurahan Macege, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), mengalami fluktuasi pekan ini. Namun, yang paling signifikan adalah kenaikan harga bawang merah yang menjadi salah satu komoditas paling banyak dicari masyarakat.

Harga Bawang Merah Melonjak, Pedagang Mengeluh
Pantauan dari Tribun-Timur.com pada Kamis (25/9/2025) menunjukkan bahwa harga bawang merah di Pasar Sentral Bone naik cukup signifikan dibandingkan minggu-minggu sebelumnya. Kenaikan harga ini berdampak langsung pada daya beli masyarakat, terutama para pembeli yang mulai mengeluh karena harga yang semakin mahal.
Salah seorang pedagang bawang merah di pasar tersebut mengungkapkan, “Harga bawang merah naik terus, tapi pembeli jadi berkurang. Orang-orang pada enggan beli karena harganya sudah di luar biasa,” keluhnya.
Fluktuasi Harga Kebutuhan Pokok di Pasar
Selain bawang merah, sejumlah kebutuhan pokok lain juga mengalami fluktuasi harga yang tidak menentu. Fluktuasi ini mengacu pada perubahan harga yang naik turun secara tidak stabil dalam kurun waktu singkat, sehingga membuat pedagang dan pembeli harus lebih waspada dalam mengatur keuangan dan stok barang.
Baca Juga : Diduga Kelelahan, Petani di Bone Meninggal Mendadak di Wisma
Penyebab Kenaikan Harga Bawang Merah
Kenaikan harga bawang merah ini diduga dipicu oleh beberapa faktor, antara lain pasokan yang terbatas akibat musim panen yang belum stabil, serta biaya distribusi yang meningkat. Kondisi cuaca yang kurang mendukung juga mempengaruhi produksi bawang merah di daerah sentra pertanian.
Dampak Terhadap Konsumen dan Pedagang
Para pedagang mengaku kesulitan menjual bawang merah dengan harga tinggi karena pembeli cenderung menahan diri. Hal ini menyebabkan perputaran barang menjadi lambat dan berpotensi menimbulkan kerugian bagi pedagang.
Sementara itu, konsumen juga merasakan dampak langsung dari kenaikan harga ini, karena bawang merah merupakan salah satu bahan pokok yang sering digunakan dalam masakan sehari-hari. Mereka harus mencari alternatif bahan atau mengurangi konsumsi bawang merah untuk menyesuaikan anggaran belanja rumah tangga.
Harapan dan Solusi
Para pedagang dan konsumen berharap agar pemerintah daerah dan pihak terkait dapat segera mengambil langkah strategis untuk menstabilkan harga bawang merah dan kebutuhan pokok lainnya. Salah satu solusi yang diharapkan adalah peningkatan suplai melalui dukungan produksi lokal dan pengaturan distribusi agar harga dapat terkendali.
Dengan kondisi ekonomi yang sedang menantang, stabilitas harga kebutuhan pokok menjadi kunci penting untuk menjaga kesejahteraan masyarakat Bone agar tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa terbebani oleh harga yang melambung tinggi.


















