Berita Bone – Warga Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, digemparkan dengan kabar seorang petani yang ditemukan meninggal mendadak di salah satu wisma daerah setempat. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (21/9/2025) malam, saat korban yang diketahui berusia sekitar 50 tahun ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa oleh rekan-rekannya.

Menurut keterangan awal, korban sebelumnya sempat mengeluhkan kelelahan setelah seharian bekerja di lahan pertanian. Ia kemudian beristirahat di wisma tersebut, namun beberapa jam kemudian tidak lagi memberikan respons.
Dugaan Penyebab
Petugas kepolisian dari Polres Bone yang tiba di lokasi langsung melakukan pemeriksaan awal. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara, korban meninggal karena faktor kelelahan yang berujung pada gangguan kesehatan mendadak.
“Dari hasil olah tempat kejadian perkara, tidak ada indikasi tindak pidana. Korban diduga mengalami kelelahan yang memicu serangan jantung atau komplikasi lainnya,” ujar salah satu aparat kepolisian yang enggan disebut namanya.
Baca Juga : 111 Izin Usaha Pertambangan Diterbitkan Garap 124 Ribu Hektare Lahan di Sulsel, Terluas Lutim – Bone
Proses Evakuasi
Jenazah korban segera dievakuasi ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pihak keluarga yang tiba di lokasi tampak syok dan histeris menerima kabar duka tersebut. Setelah menjalani prosedur visum, jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya.
Warga sekitar pun ikut berduka dan menyampaikan belasungkawa. Sejumlah tetangga mengenang korban sebagai sosok pekerja keras yang setiap hari menghabiskan waktunya di sawah demi menghidupi keluarga.
Pesan bagi Masyarakat
Kasus ini menjadi pengingat bahwa faktor kesehatan sering kali diabaikan oleh para petani yang terbiasa bekerja dengan beban fisik berat. Kelelahan ekstrem tanpa diimbangi pola istirahat dan pemeriksaan kesehatan dapat berakibat fatal.
Pemerintah daerah melalui dinas kesehatan setempat diharapkan lebih aktif memberikan penyuluhan mengenai pentingnya menjaga kesehatan bagi petani. “Kami sangat prihatin dengan kejadian ini. Kesehatan petani harus menjadi perhatian bersama, karena merekalah penopang ketahanan pangan kita,” ujar salah satu tokoh masyarakat Bone.
Tragedi meninggalnya petani ini sekaligus menjadi refleksi bahwa kerja keras memang mulia, tetapi menjaga kesehatan tidak boleh diabaikan.


















