Berita Bone — Kehadiran Program MBG (Merdeka Bergizi) di Kabupaten Bone diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru yang signifikan bagi masyarakat setempat. Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, mengungkapkan bahwa dengan 80 Satuan Pengolahan Pangan dan Gizi (SPPG) yang beroperasi, diproyeksikan sekitar 4.000 tenaga kerja akan terserap dari program ini.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan peresmian Dapur Bergizi dan Launching SPPG Merdeka 1 dan 2 yang dikelola oleh Yasika Group, yang bertempat di Jalan Merdeka, Kota Watampone, pada Jumat (14/11/2025).
Target Serapan Tenaga Kerja dari Keluarga Pra-Sejahtera
Wakil Bupati Bone menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan. Tenaga kerja yang diharapkan terserap mayoritas berasal dari keluarga pra-sejahtera, sehingga program ini diharapkan memberikan dampak positif dalam mengurangi tingkat kemiskinan di daerah tersebut.
“Tenaga kerja yang terserap kita harapkan berasal dari keluarga pra-sejahtera sehingga manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat bawah. Program ini juga merupakan bagian dari upaya untuk mensinergikan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Bone,” ungkap Andi Akmal Pasluddin.
Baca Juga : Wabup Bone Konsultasikan Program MBG di BGN
Dapur Bergizi: Solusi Gizi dan Pemberdayaan Ekonomi
Program MBG, yang terdiri dari SPPG Merdeka 1 dan 2, bertujuan untuk meningkatkan gizi masyarakat melalui pengolahan pangan yang bergizi dan terjangkau. Dapur Bergizi menjadi salah satu fasilitas yang mendukung keberhasilan program ini, dengan menyediakan makanan bergizi untuk masyarakat dengan harga terjangkau, sekaligus memberikan kesempatan bagi warga untuk bekerja dan memperoleh pendapatan.
“Program ini tidak hanya soal memberikan pekerjaan, tetapi juga memberikan akses pada makanan bergizi yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya bagi keluarga yang berisiko mengalami kekurangan gizi,” tambah Andi Akmal Pasluddin.
Sinergi dengan Pengentasan Kemiskinan
Selain menciptakan lapangan kerja, program MBG juga dianggap sebagai langkah strategis dalam mengatasi permasalahan gizi buruk dan ketimpangan ekonomi. Dengan menggerakkan sektor pangan lokal dan memberdayakan masyarakat secara langsung, program ini berpotensi memberikan perubahan signifikan dalam pengentasan kemiskinan.
“Kami berharap program ini bisa berjalan dengan baik dan berkelanjutan. Melalui kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, kami yakin program ini dapat sukses dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Bone,” ujar Wakil Bupati.
Harapan untuk Dampak Positif Jangka Panjang
Dengan target serapan tenaga kerja yang besar, program MBG diharapkan menjadi langkah awal untuk pembangunan ekonomi lokal yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Kegiatan ini tidak hanya menciptakan peluang kerja, tetapi juga membangun kesadaran akan pentingnya gizi yang baik bagi kesehatan masyarakat, sehingga diharapkan dapat berdampak pada peningkatan kualitas hidup warga Bone.


















