Berita Bone – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, mencatat sebanyak 64 kasus kebakaran terjadi sepanjang Januari hingga September 2025. Dari peristiwa tersebut, total kerugian materi diperkirakan mencapai Rp5 miliar.

Mayoritas Disebabkan Arus Pendek dan Tabung Gas
Kepala Bidang Pencegahan Damkar Bone, Akbar, mengungkapkan bahwa mayoritas penyebab kebakaran berasal dari arus pendek listrik serta kebocoran tabung gas elpiji. Dua faktor ini, kata dia, masih menjadi ancaman serius bagi keselamatan rumah tangga.
“Sebagian besar kasus yang kami tangani adalah korsleting listrik. Selain itu, kebocoran tabung gas juga sering menjadi pemicu kebakaran di rumah warga,” jelas Akbar, Minggu (28/9/2025).
Baca Juga : Pelaku Pencurian Sapi di Polewali Ditangkap
Tingginya Kerentanan Rumah Tangga
Menurut Akbar, tingkat kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan instalasi listrik dan penggunaan tabung gas masih rendah. Banyak warga yang menggunakan kabel tidak standar, sambungan bertumpuk, atau selang gas yang tidak memenuhi syarat keamanan.
“Kondisi seperti ini sangat rentan menimbulkan percikan api. Begitu ada kebocoran gas atau kabel panas, kebakaran mudah sekali terjadi,” tambahnya.
Upaya Pencegahan dan Edukasi
Menghadapi tingginya kasus kebakaran, Damkar Bone terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Program ini mencakup pelatihan penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), pengecekan instalasi listrik, hingga cara menangani kebocoran gas.
“Kami rutin turun ke desa-desa dan sekolah untuk memberikan edukasi. Harapannya masyarakat lebih sigap dalam mencegah maupun menangani kebakaran sejak dini,” ujarnya.
Peran Penting Masyarakat
Akbar menekankan bahwa upaya pencegahan tidak bisa hanya bergantung pada Damkar. Masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan masing-masing agar lebih aman dari risiko kebakaran.
“Kesadaran untuk memeriksa kabel listrik secara berkala, mengganti selang gas yang rusak, hingga menyediakan APAR di rumah adalah langkah kecil tapi besar manfaatnya,” katanya.
Harapan ke Depan
Damkar Bone menargetkan kasus kebakaran dapat ditekan melalui peningkatan kesadaran masyarakat dan kerja sama lintas sektor. Selain itu, pemerintah daerah juga didorong untuk memperkuat dukungan sarana prasarana pemadam kebakaran di wilayah yang sulit dijangkau.
“Kami ingin angka kebakaran terus menurun. Yang terpenting, tidak ada lagi korban jiwa akibat kebakaran di Bone,” tutup Akbar.


















