Berita Bone – Peristiwa tragis terjadi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Seorang bocah bernama Aditya Reifki (11) dilaporkan tenggelam saat sedang memancing bersama rekannya di Sungai Bulu Takke, Desa Lompu, Kecamatan Cina. Kejadian nahas ini sontak membuat warga sekitar geger dan langsung berupaya melakukan pencarian awal sebelum melaporkannya ke pihak berwenang.

Menurut informasi, korban bersama teman-temannya bermain di sekitar sungai pada Minggu sore. Saat asyik memancing, Aditya diduga terpeleset dan terbawa arus sungai. Rekan-rekannya yang panik segera meminta bantuan warga.
Proses Pencarian oleh Tim SAR
Setelah laporan masuk, Tim SAR Gabungan dari Basarnas Makassar langsung diterjunkan ke lokasi kejadian. Pencarian dilakukan dengan menyisir aliran sungai menggunakan perahu karet serta penyelaman di titik-titik yang diduga menjadi lokasi tenggelamnya korban.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar, Muhammad Arif Anwar, menyampaikan bahwa korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. “Jasad korban ditemukan berjarak sekitar lima meter dari lokasi awal kejadian,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Senin (29/9/2025).
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah Aditya kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Baca Juga : Wisata memancing jadi andalan Kukar dampak pengunjung pantai menurun
Duka Keluarga dan Warga
Kabar meninggalnya Aditya membawa duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar Desa Lompu. Warga yang sempat ikut membantu pencarian merasa kehilangan sosok anak yang dikenal ramah tersebut. Beberapa tetangga tampak memberikan dukungan moral kepada orang tua korban.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat akan bahaya bermain di area sungai tanpa pengawasan orang dewasa. Kondisi aliran sungai yang deras kerap tidak disadari anak-anak saat sedang bermain atau memancing.
Imbauan dari Basarnas
Menanggapi kejadian ini, pihak Basarnas kembali mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih memperhatikan aktivitas anak-anak di sekitar perairan. Sungai, laut, maupun danau seringkali terlihat aman, namun memiliki risiko besar jika tidak diantisipasi.
“Keselamatan harus menjadi prioritas. Kami berharap kejadian serupa tidak terulang lagi,” tegas Muhammad Arif.
Harapan ke Depan
Tragedi tenggelamnya Aditya di Sungai Bone menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Diperlukan kewaspadaan ekstra, terutama ketika anak-anak beraktivitas di area perairan. Sinergi antara masyarakat dan aparat juga penting agar penanganan cepat dapat dilakukan bila musibah serupa terjadi.


















