Republik Merdeka
Republik Merdeka
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Dua Kubu Terbelah di Balik Mosi Tidak Percaya terhadap Ketua DPRD Bone

banner 120x600
cek disini

Berita Bone – Suasana politik di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bone memanas setelah munculnya mosi tidak percaya terhadap Ketua DPRD Bone, Andi Tenri Walinonong.

Surat mosi tidak percaya yang ditujukan kepada pimpinan DPRD pada 10 Oktober 2025 itu menuding politisi Partai Gerindra tersebut telah melanggar tata tertib dan kode etik sebagai ketua dewan.

banner 325x300
35 Legislator Bone Layangkan Mosi Tak Percaya ke Ketua DPRD, Ini Respon  Andi Tenri Walinonong - Tribun-timur.com
Dua Kubu Terbelah di Balik Mosi Tidak Percaya terhadap Ketua DPRD Bone

Awal Mula Mosi Tidak Percaya

Mosi tidak percaya tersebut dilayangkan oleh sebagian anggota DPRD Bone yang menilai Andi Tenri Walinonong tidak menjalankan peran kepemimpinan secara optimal. Beberapa anggota menuding adanya kurangnya transparansi dan koordinasi dalam pengambilan keputusan strategis di tubuh dewan.

Mereka menilai kebijakan yang diambil seringkali tidak melibatkan seluruh anggota secara proporsional. “Kami menilai kepemimpinan Ketua DPRD sudah tidak mencerminkan semangat kolektif. Karena itu, kami menggunakan hak kami untuk menyampaikan mosi tidak percaya,” ujar salah satu anggota DPRD yang ikut menandatangani surat tersebut.

Baca Juga : PDAM Bone Ungkap Air 4 Hari Tak Mengalir Dipicu Pipa Tua Butuh Perbaikan


Dua Kubu di Internal DPRD

Polemik ini kemudian menimbulkan perpecahan di internal DPRD Bone. Sejumlah anggota membentuk dua kubu yang berbeda pandangan. Kubu pertama mendukung mosi tidak percaya dengan alasan perbaikan tata kelola dewan dan penegakan etika politik. Sementara kubu kedua justru menilai mosi tersebut berlebihan dan sarat dengan kepentingan politik tertentu.

Beberapa anggota yang menolak mosi tidak percaya berpendapat bahwa kritik terhadap pimpinan seharusnya disampaikan melalui mekanisme internal, bukan dengan cara terbuka yang berpotensi memecah belah lembaga. “Perbedaan pendapat itu hal biasa, tapi jangan sampai lembaga terpecah hanya karena dinamika politik,” kata seorang anggota DPRD dari fraksi pendukung ketua dewan.


Respons Ketua DPRD Bone

Menanggapi isu tersebut, Andi Tenri Walinonong menyatakan bahwa mosi tidak percaya merupakan hak politik setiap anggota dewan. Ia menegaskan tidak merasa terganggu dan tetap fokus menjalankan tugasnya sebagai pimpinan lembaga legislatif.

“Itu hak mereka sebagai anggota DPRD. Saya tetap bekerja seperti biasa dan menjalankan tugas sesuai peraturan yang berlaku,” ujarnya singkat.


Dinamika Politik Bone Memanas

Hingga kini, belum ada keputusan resmi dari fraksi-fraksi terkait tindak lanjut mosi tersebut. Namun, dinamika politik di DPRD Bone diprediksi akan terus menghangat dalam waktu dekat, mengingat masing-masing kubu tengah menggalang dukungan untuk memperkuat posisinya.

Publik kini menantikan bagaimana Badan Kehormatan DPRD Bone menindaklanjuti surat mosi tidak percaya tersebut, apakah akan berujung pada pemeriksaan etika, atau hanya menjadi bagian dari dinamika politik internal yang wajar dalam sistem demokrasi daerah

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *